Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

DUA TITIK

Dalam satu rangkaian kalimat akan selalu ada titik. Bukan hanya untuk menandakan akhir dari kalimat tersebut tapi juga sebagai unsur penting yang menunjukan susunan-susunan kata itu adalah sebuah kalimat. Dalam hidup pun kita mempunyai titik, titik terbaik dan titik terpuruk. dan layaknya dalam suatu paragraf kita tidak hanya akan bertemu satu titik saja. Ada banyak titik yang penulis kehidupan sematkan dalam kisah setiap anak manusia. bukan untuk menghentikan ceritanya tapi untuk membuat cerita tersebut lebih indah saat dibaca oleh orang lain. Saat berhasil melewati titik terbaik terkadang kita akan dihadapkan pada titik yang jauh lebih buruk dari apa yang pernah kita pijak sebelumnya tapi saat titik keterpurukan menyapa berusahalah meyakinkan diri bahwa akan datang rangkaian-rangkaian kalimat yang jauh lebih indah dan menarik dari titik terbaik yang pernah kita lewati.

tITIk
Vivia




Ps: saat rangkaian kata kata ini gue tulis (di catatan harian gue) 9 bulan yang lalu tepatnya 10 maret 2014 gue…

TERBIASA

Aku TERBIASA hanya menjadi bayangan 
Aku TERBIASA menjadi angka ke dua 
Aku pun TERBIASA menjadi orang pertama untuk kau andalkan tapi di saat yang sama 
Aku TERBIASA menjadi orang terakhir yang kau cari di saat suasana hatimu sedang baik.
Aku TERBIASA menjadi tong sampah setiamu sementara kau menjadikan dia kotak harta karunmu.
Aku TERBIASA melihat senyum yang kau berikan untuknya dan pandangan sinis yang selalu kau berikan untukku.
Aku TERBIASA mendengar suara ceriamu bercerita dengannya.
Aku TERBIASA mendengar keluhmu tentang semua kelemahan-kelemahanku.
Aku TERBIASA melihat kemesraan kalian dari jauh
Bahkan Aku TERBIASA berjalan tepat di sisi kirimu meskipun di saat yang sama dia juga ada di sisi kananmu.
Aku TERBIASA tinggal dalam keredupan agar kau tetap bersinar.
Aku TERBIASA meneteskan airmata agar senyum di bibirmu tetap tersungging.
Aku TERBIASA dengan semua ketidakpastian yang kau berikan
TAPI........ seiring waktu yang terus berputar aku TERSADAR
AKU HARUS TERBIASA untuk menghentikan se…